Valhalla Saga 38-2

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Episode 38/Chapter 2: Ratatoskr (2)

“Jadi kau berhasil. Kau telah melakukannya dengan baik. Jasamu sungguh luar biasa.”

Kata-kata Odin cukup tenang seolah dia sudah tahu bahwa Tae Ho akan datang.

‘Yah, dia adalah Raja para Dewa.’

Biarpun dia tidak memiliki Hugin dan Munin, dia masih Raja para Dewa. Dia tidak bisa melihat seribu mil jauhnya seperti Hermod atau mendengar suara bulu domba yang tumbuh, tapi dia memiliki pengalaman dan kebijaksanaan yang tidak dapat dikejar oleh Dewa lain.

Tae Ho bukan satu-satunya yang tidak menunjukkan tanda-tanda selama sembilan hari.

Nidhogg juga tidak menunjukkan reaksi apa pun. Ia tetap berbaring.

Itu juga pertama kalinya Odin turun ke akarnya, tapi dia masih mendengar raungannya dari danau Mimir. Tidak pernah terjadi bahwa auman berhenti selama sembilan hari.

Karena itu, Odin tidak berpikir bahwa Tae Ho gagal, dan tebakannya tepat.

Tae Ho menjelaskan secara singkat bagaimana dia menekan Nidhogg dan kondisinya saat ini.

“Itu adalah kisah yang sulit dipercaya.”

Hal-hal lain bersifat sekunder, tapi sifat Nidhogg benar-benar sulit dipercaya karena naga itu adalah iblis yang akan membawa kehancuran dengan memancarkan racun jahatnya ke seluruh dunia.

“Tapi itu semua benar.”

Cuchulainn, yang telah terwujud berkat sihir Odin, melangkah.

Wawasannya dengan teknik gaya Scathach bisa melihat melalui tindakan atau kebohongan sekilas.

Odin terdiam sesaat, bukannya menyetujui.

Tae Ho, yang menatap Odin, membuka mulutnya dengan hati-hati.

“Oh, Odin, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.”

“Katakan.”

“Apa mustahil membawa Nidhogg bersama kita? Ini tentu akan membantu mengusir para raksasa dari Asgard.”

Tae Ho membawa alasan realistis bukannya kasihan.

Dia berpikir untuk keluar dari akarnya, tapi tidak semuanya akan diselesaikan dengan melakukannya.

Mereka membutuhkan cara untuk menekan Serigala Dunia dan mengusir para raksasa.

Bisa dibilang bahwa tubuh Nidhogg, yang membentang 2 kilometer, adalah kekuatan yang luar biasa. Masalahnya adalah ia tidak tahu bagaimana bertarung sama sekali, tetapi waktu akan menyelesaikannya.

Selain itu, Tae Ho memiliki ‘Orang yang Mengendalikan Naga’. Jika dia mengendalikan tubuhnya dan bertarung, dia akan mampu menunjukkan sepersepuluh dari kekuatan pertempuran yang luar biasa.

Tae Ho tahu betul bahwa Odin tidak menyukai Nidhogg, tetapi meskipun demikian, dia tidak bisa menyerah begitu saja padanya.

Odin tidak segera menjawab. Dia terdiam beberapa saat lagi dan kemudian menutup mata satu-satunya dan berkata,

“Aku pikir kau sedikit terpesona.”

Lawannya adalah naga kuno.

Itu adalah salah satu dari beberapa keberadaan yang dapat membawa dunia untuk kiamat.

“Kau mungkin melihat masalah ini dengan prasangka, tapi aku memikirkan ini dengan apa yang kau katakan padaku.”

Odin membuka matanya lagi dan menatap Tae Ho lekat-lekat.

“Kenapa ia muncul dengan bentuk seorang wanita?”

Seorang wanita kulit putih dengan rambut hitam panjang yang mencapai pinggangnya.

Seorang wanita dewasa, cantik, dan malang yang merangsang belas kasihan Tae Ho.

“Tapi tentu saja, itu mungkin tubuh aslinya. Naga kuno memiliki eksistensi yang sama dengan Dewa, jadi ada kemungkinan besar ia dilahirkan dengan bentuk manusia seperti kebanyakan Dewa. Tapi kau juga bisa memikirkannya dengan cara ini-”

Odin berhenti sejenak. Dia berbicara tentang humanoid, termasuk raksasa, tetapi kemudian dia ingat tentang keberadaan yang berharap untuk akhir dunia dan berkata sekali lagi,

“Sama seperti kau telah melihat ingatannya, ia juga akan melihat ingatanmu. Itu sebabnya ia mungkin telah memilih bentuk terbaik untuk menarik belas kasih dan kecerobohanmu. Bukankah ini aneh? Fakta bahwa seekor naga kuno yang telah hidup selama ribuan tahun memilih bentuk seorang wanita untuk muncul di hadapanmu.”

Tae Ho tersentak. Itu bukan karena dia dibujuk oleh kata-kata Odin. Itu karena interpretasi yang buruk memblokir semua kata darinya.

Tetapi jika dia melihatnya dari satu langkah lebih jauh, kata-kata Odin cukup masuk akal.

Tae Ho tidak bisa langsung menjawab. Itu karena dia pikir hanya kata-kata negatif yang akan keluar sebagai tanggapan.

Odin tidak mendesak Tae Ho, dan Cuchulainn membuka mulutnya.

“Oh, Odin, bisakah aku mengatakan sesuatu?”

“Bicaralah, Pangeran Cahaya.”

“Aku mengerti apa yang kau pikirkan, dan apa yang kau katakan juga memiliki beberapa kemungkinan. Tetapi aku memikirkan hal lain.”

Odin membuka matanya dengan tajam. Cuchulainn menatap Odin lekat-lekat seperti yang telah dilakukannya dan berkata,

“Alasan mengapa ia memilih bentuk manusia mungkin karena ia melihat ingatan dan pikiran Tae Ho. Mungkin itu merupakan penilaian instingtif. Bentuk apa yang paling cocok dengan Tae Ho. Bentuk apa yang diperlukan untuk berinteraksi dengan Tae Ho dengan lebih mudah.”

Cuchulainn memikirkan Nidhogg yang bermain penuh kasih sayang dalam pelukan Tae Ho. Jika Nidhogg tidak memilih bentuk manusia dan tetap dalam bentuk naga, apakah ia masih bisa bermain dengan penuh kasih sayang dalam pelukan Tae Ho?

“Daripada naga, ia berkali-kali lebih besar dari manusia. Akan jauh lebih mudah untuk berkomunikasi sebagai manusia. Selain itu, seperti yang kau katakan, ia melihat ingatan Tae Ho. Pasti tahu betul seberapa banyak sampah ini..... tidak, bajingan ini suka wanita.”

‘Cuchulainn?!’

Dia baik-baik saja, tetapi tiba-tiba apa yang dia katakan?

Saat Tae Ho memprotes, Cuchulainn menegurnya dengan cara yang sama.

‘Tetap diam, bajingan. Apa aku berbohong? Apa kau suka wanita atau tidak? Hah? Kau tidak bisa bilang tidak, kan?’

Itu hukuman.

Tae Ho menekan kemarahannya yang mendidih dan ketidakadilan, dan Cuchulainn berkonsentrasi pada pembicaraan dengan Odin sekali lagi.

“Tapi tentu saja, itu hanyalah probabilitas. Itu hanya dugaan. Tetapi jika aku harus mengatakannya, kurasa apa yang kau katakan juga hanyalah dugaan. Kuharap kau membuat keputusan setelah kau melihat Nidhogg sendiri.”

“Pangeran Cahaya, kau benar-benar arogan.”

“Maafkan kekasaranku.”

Cuchulainn tersenyum tipis dan membungkuk.

Odin menjatuhkan bahunya.

“Benar. Kau arogan, tapi perkataanmu tidak salah. Mungkin, aku menjadi terlalu sempit karena aku hanya melihat dunia dengan satu mata.”

Odin bukan eksistensi yang sempurna.

Kasus dengan Serigala Dunia adalah salah satu contohnya.

Jika mereka berhasil membangkitkan Serigala Dunia, tidak perlu menyembunyikannya. Mereka akan segera menempatkannya di medan perang.

Dia jatuh dalam kekanak-kanakan, konsep tetap dan menderita, dan akibatnya yakni dia terjebak di akarnya.

Ketika Odin memutar pikirannya dengan kemauannya sendiri, Cuchulainn mengungkapkan senyum pahit. Dia senang kata-katanya berhasil, tetapi menyakitkan melihat seorang raja tanpa sayapnya.

“Prajurit Idun, seperti yang kau dan Cuchulainn katakan, aku harus melihat Nidhogg sendiri. Kita butuh bantuannya untuk keluar dari sini.”

Luka-lukanya telah sembuh sedikit selama sembilan hari terakhir, tapi masih tidak nyaman untuk bergerak. Mustahil untuk naik di punggung Tae Ho setelah dia berubah menjadi elang.

“Jangan khawatir tentang metodeku bergerak. Aku akan mengukir rune transformasi naga, jadi mendekatlah.”

Tae Ho menyuruh Odin untuk menunggu sebentar ketika dia memberi isyarat dan menggunakan ‘Prajurit yang Bertemu Valkyrie’.

[Heda Palsu]

[Ingrid Palsu]

Ketika dua Valkyrie palsu muncul di depan Tae Ho, Odin memasang wajah yang benar-benar terkejut. Itu karena dia telah mengetahui saga yang dimiliki Tae Ho sekilas.

“Ini saga yang sangat mengesankan. Asalnya juga luar biasa. Aku bisa melihat seberapa besar rasa sayang yang dimiliki Heda untukmu.”

Karena saganya dimulai dan diselesaikan oleh pertemuan Heda.

Valkyrie palsu menundukkan kepala mereka di depan Odin, dan Odin mengukir tanda di setiap tulang kerah mereka.

Rune transformasi naga.

Ketika Valkyrie meneriakkan kode aktivasi, keduanya berubah menjadi naga kecil berukuran sekitar 5 meter.

Sepertinya warna mereka mengambil warna rambut mereka dengan Heda adalah naga sisik merah dan Ingrid dengan sisik keemasan.

Tae Ho membantu Odin menaiki Ingrid palsu dan kemudian dia berhasil menaiki Heda palsu. Dan kemudian Cuchulainn berkata dengan santai,

‘Hei, ini hanya sekali pakai, jadi tak bisakah kau memanggil Heda?’

Naga itu tidak cukup kecil sehingga dua orang tidak bisa menaikinya.

‘Tidak, tapi tetap saja.’

‘Kenapa? bahkan jika itu palsu, hanya kau yang bisa menaikinya? Hah?’

Cuchulainn tertawa dan bertanya. Pertama-tama, sepertinya dia telah berbicara untuk mengejeknya.

‘Ayo cepat.’

Tae Ho memotong kata-kata Cuchulainn dan pergi.



Tae Ho mendaratkan Valkyrie palsu di atas batu yang terhubung ke ruang jantung.

Awalnya, dia perlu berjalan untuk waktu yang lama untuk sampai ke sana, tapi kali ini tidak perlu melakukannya.

“Tae Ho, tuan! Kau benar-benar datang dengan cepat!”

Nidhogg, yang duduk di atas batu, berdiri sementara matanya bersinar dan kemudian mulai menjerit. Itu karena dia benar-benar bersyukur bahwa Tae Ho telah kembali hanya dalam satu jam.

‘Air mata kebahagiaan benar-benar indah.’

Cuchulainn bergumam dengan bangga dan menenangkan Nidhogg. Toh, Nidhogg berhenti menangis begitu dia memeluk Tae Ho.

“Memang,”

Kata Odin, yang telah melihat pertukaran mereka. Itu singkat, tetapi ada beberapa emosi bercampur dengan suaranya.

Nidhogg menatap Odin sambil bersandar di dada Tae Ho. Ada rasa ingin tahu dan ketakutan di matanya.

Odin bisa tahu alasan itu, dan karena itu, dia berkata kepada Nidhogg.

“Mendekatlah.”

Nidhogg tersentak mendengar panggilan rendah itu. Dia hanya mendekatkan wajahnya ke Tae Ho dan tidak bergerak mendekat ke Odin.

Karena itu, Tae Ho sedikit memisahkannya darinya dan berkata,

“Tidak apa-apa. Dia orang yang baik.”

“Y-ya.”

Nidhogg mengerang beberapa kali tetapi kemudian mendekati Odin setelah mengangguk dengan hati-hati.

Satu langkah, dua langkah. Nidhogg, yang berjalan dengan ragu-ragu, menoleh untuk melihat Tae Ho dan kemudian meningkatkan kecepatannya. Dia berhenti tepat di depan Odin dan duduk.

Odin mengamati tindakannya. Dia menatap mata hitamnya dan bertanya,

“Nidhogg, kau tahu siapa aku?”

“Tidak, tapi aku merasa tahu. Menakutkan. Kau orang yang menakutkan.”

Wajah Odin tidak ada dalam ingatan Nidhogg, tapi entah bagaimana dia merasakan keakraban dan rasa takut alami darinya.

Seseorang yang tidak ada dalam ingatannya tetapi merasa dia sudah pernah bertemu dengannya sebelumnya.

Dia takut. Takut. Itu sama sekali tidak asing baginya.

Nidhogg mengangkat bahu dan memalingkan kepalanya seolah menghindari mata Odin.

Odin membuka satu-satunya matanya dengan tajam dan berpikir,

‘Dia di tengah-tengah.’

Antara yang ingin mempertahankan dunia dan yang berharap kehancurannya.

Naga hitam, Nidhogg, terlahir dengan kedua atribut itu, dan yang lebih berkembang adalah yang ingin mempertahankan dunia.

Tapi itu diwarnai dengan warna lain.

Jika seseorang membandingkan versi yang ingin mempertahankan dunia dengan warna putih dan versi yang ingin menghancurkannya sebagai hitam, Nidhogg bukan hitam, putih, atau bahkan abu-abu. Itu adalah campuran keduanya.

Separuh berwarna putih, dan separuh lagi berwarna hitam.

Dia adalah naga yang ingin mempertahankan dunia tetapi condong ke arah yang ingin menghancurkannya.

‘Apakah ini juga takdir?’

Jika mereka meninggalkannya sendirian, Nidhogg akan sepenuhnya menjadi makhluk yang ingin menghancurkan dunia.

Tapi Tae Ho telah muncul.

Sama seperti Odin memberi peringkat di antara Dewa untuk Loki dan menariknya ke sisi yang ingin mempertahankan dunia, Tae Ho juga mengendalikan Nidhogg dengan ‘Orang yang Mengendalikan Naga’ dan membawanya ke sisinya.

“Akan lebih baik jika mereka bertemu sebelumnya.”

Dia tidak pernah menduga bahwa Nidhogg akan berada dalam kondisi seperti itu.

Dia akhirnya mendengar raungan dari danau Mimir dan menilainya dengan tergesa-gesa.

Terlahir sebagai naga jahat. Raungannya dipenuhi amarah terhadap dunia.

Tapi bukan itu. Raungan Nidhogg tidak dipenuhi amarah, tetapi dengan kesepian.

“Maafkan aku.”

Odin mengulurkan tangan dan membelai kepalanya. Dia menarik tubuhnya kembali secara refleks saat dia mengulurkan tangannya, tetapi kemudian menerimanya. Dia sedikit membungkuk ketika anak anjing dibelai dan menutup matanya.

Tae Ho menghela napas lega melihat pemandangan itu. Dia mengirimkan kata-katanya kepada Odin dengan sihir mistik.

‘Odin, maafkan kekasaranku. Apa aku bisa membawa Nidhogg?’

Alasan dia berbicara kepadanya dengan metode seperti itu adalah untuk mempersiapkan ketika itu mustahil. Karena Nidhogg bisa terluka dengan harapan seperti itu.

Odin tersenyum pahit atas pertimbangannya. Idun adalah satu hal, tetapi prajuritnya juga terlalu lembut; Namun, Odin tampaknya tidak menyukai kelembutan itu.

“Seperti yang aku katakan sebelumnya, mustahil dengan kekuatan kita.”

Nidhogg membuka matanya sambil bertanya-tanya apa yang sedang dibicarakannya. Tae Ho menelan ludah kering dan menunggu kata-kata Odin berikutnya.

Itu karena kata-katanya terdengar berbeda dari sebelumnya.

Tidak mungkin dengan kekuatan kita.

Itu adalah petunjuk. Makhluk lain mungkin ada yang bisa membantu mereka.

Kalau saja tidak dengan kekuatan mereka.

Jika bantuan seseorang ditambahkan.

“Ratatoskr.”

Nidhogg berbicara pada saat itu. Dia mengangkat kepalanya dan berdiri.

“Ratatoskr! Ratatoskr akan datang!”

Nidhogg berkata dengan gembira. Dia selalu terluka oleh Ratatoskr, tapi itu masih satu-satunya teman bicara. Bahkan kata-kata yang merobek hatinya sangat berharga baginya.

‘Akhirnya tiba.’

Cuchulainn berkata dengan suara dingin, dan Tae Ho juga menatap langit dengan mata dingin.

Dia belum pernah melihatnya, tapi itu pasti datang. Suara langkah kaki terdengar seperti sebelumnya.

“Tak ada waktu. Dengarkan apa yang kukatakan dengan baik.”

Odin mengumpulkan perhatian semua orang dan kemudian mulai berbicara.
Load comments
close